Wow, Semakin Banyak Tahi Lalat Makin Terlihat Awet Muda?

Posted on Desember 5, 2010

0



Banyak orang merasa risih dengan tumbuhnya tahi lalat atau andeng-andeng yang terlalu banyak di tubuhnya. Mereka agaknya tak sadar bahwa bintik hitam di kulit itu bisa menjadi penanda kesehatan yang baik. 

Tim peneliti dari King’s College London menemukan bahwa mereka dengan sedikitnya 100 tahi lalat di tubuh memiliki kondisi tulang lebih kuat, sehingga jauh dari ancaman osteoporosis. 

Mereka yang memiliki tahi lalat banyak juga cenderung terhindar dari penuaan dini. Kemunculan tahi lalat mampu memperlambat keriput kulit sehingga membuat penampilan terlihat tujuh tahun lebih muda dari usia sesungguhnya. 

Tak hanya itu, semakin banyak tahi lalat di tubuh menandakan kondisi otot yang lebih kencang, mata sehat, dan jantung yang baik. Semua keuntungan itu setidaknya menjadi harapan positif di balik potensinya tumbuh sebagai kanker kulit.

 

Tim peneliti menemukan bahwa wanita dengan banyak tahi lalat menghasilkan sel darah putih khas. Ini merupakan bagian DNA yang berperan mencegah kerusakan sel tubuh. Penelitian ini melibatkan 1.200 wanita kembar tidak identik, usia 18-79 tahun. 

Kepada Sunday Times, Profesor Spector mengatakan bahwa mayoritas orang memiliki sekitar 30-40 tahi lalat di tubuhnya. Diperkirakan, satu dari setiap 10 orang memiliki lebih 100 tahi lalat di tubuhnya. Bahkan, ada yang memilikinya hingga 400 titik. 

Tahi lalat merupakan kumpulan sel-sel pigmen berwarna gelap yang tumbuh di area kulit. Bentuknya bervariasi, ada yang rata dengan kulit, ada pula yang menonjol. Ukurannya juga bervariasi, ada yang hanya terlihat seperti titik, tapi ada juga yang berdiameter hingga 0,5 sentimeter. 

“Makin banyak tahi lalat maka tulang mereka jauh lebih kuat,” demikian diberitakan Daily Mail.

Salah satu keuntungan lain adalah mereka memiliki mata dan hati yang sehat. Ini tidak terkait dengan risiko kanker di mana bintik yang muncul karena terlalu banyak berada di bawah sinar matahari.

Seorang tim dari King’s College London yakin penemuan ini bisa menjadi pembuka jalan untuk menemukan krim yang bisa menghapus kerutan sehingga tak perlu suntikan kolagen atau operasi plastik. “Hingga saat ini orang tak peduli dengan tahi lalat,” kata ahli genetik Profesor Tim Spector.

“Kebanyakan orang sudah kehilangan tahi lalat di usia 40 namun sekarang kami tahu jika mereka yang terlihat awet muda di usia 60 memiliki banyak tahi lalat,” jelasnya.

Tahi lalat muncul sebagai hasil percepatan pembelahan sel yang memproduksi pigmen gelap di kulit dan biasanya terjadi di usia anak-anak. Tahi lalat ini kemudian hilang di usia parohbaya namun banyak yang kemudian memilikinya dan terus muncul. Kebanyakan orang memiliki 30-40 tahi lalat. Namun ada yang memilikinya hingga 400 tahi lalat. Ayo, hitung kamu punya berapa tahi lalat??? 

Sementara itu, para peneliti di Kings College London menemukan bahwa mereka yang memiliki banyak tahi lalat tidak hanya diuntungkan karena memiliki kulit yang lebih muda, namun kepadatan tulang juga lebih baik. Orang dengan banyak tahi lalat memiliki sel-sel yang punya sifat memperbaharui diri lebih sering.

Serangkaian studi yang dilakukan oleh tim Kings College, dan dr Veronique Bataille, dermatolog yang berbasis di Rumah Sakit Umum Hemel Hempstead, melihat hubungan antara jumlah tahi lalat mol dan karakteristik fisik lainnya.

Pertama, dr Bataille mencatat bahwa orang dengan jumlah tahi lalat banyak tampaknya kurang rentan terhadap beberapa efek penuaan kulit, seperti keriput dan noda.

Penelitian terbaru pada 1.200 responden kembar didapat hasil bahwa angka tahi lalat yang tinggi  juga berarti bahwa orang tersebut lebih memiliki kepadatan tulang yang baik, yang bisa berarti risiko yang lebih rendah dari penyakit keropos dan patah tulang di kemudian hari.

Mereka yang memiliki lebih dari 100 tahi lalat lebih rendah 50% untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan mereka dengan 25 tahi lalat atau lebih sedikit.

Alasan kaitan ini tidak jelas, namun para peneliti telah memperhatikan bahwa orang-orang dengan sejumlah besar tahi lalat memiliki perbedaan dalam untaian DNA di setiap sel yang membawa kode genetik mereka.

Bagian di ujung benang ini disebut telomer, dan secara efektif mengatur penghitung waktu mundur jumlah waktu sel bisa membelah untuk menghasilkan sel baru.

Makin panjang telomer, makin banyak pembelahan sel yang bisa berlangsung sepanjang hidup. Lebih banyak tahi lalat dikaitkan dengan telomer yang lebih panjang.

Dr Bataille, yang mempresentasikan temuannya pada Royal Society of  Medicine, menekankan bahwa tahi lalat adalah sebuah produk yang bisa dilihat dari sistem yang mendasari yang mengontrol penuaan tubuh.

“Sejumlah  orang akan memiliki dua tahi lalat, beberapa orang akan memiliki 600, tetapi bila Anda memiliki pasien dengan banyak tahi lalat, kita melihat mereka cenderung untuk awet muda,” ujarnya seperti diberitakan BBC News.

Namun penampilan terlihat awet muda dengan banyaknya tahi lalat bukan tanpa risiko. Mereka dengan pembelahan sel lebih, dan lebih terlihat muda, mungkin akan mengalami peningkatan risiko terkena kanker.

“Sebagai seorang dokter, ketika saya mendapatkan pasien dengan banyak tahi lalat, saya otomatis ingin tahu tentang sejarah keluarga mereka dari kanker, sehingga saya dapat berpikir tentang pencegahan,” ujarnya.

“Ini bukan hanya melanoma, tetapi juga kanker lebih umum seperti payudara dan kanker usus besar,” pungkas dr Bataille. (fn/vs/rl/gh) www.suaramedia.com

Posted in: tahukah kamu?